Kamis, 28 November 2013

Manisnya Dakwah karena ALLAH


“Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama da’wah dan da’wah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal besama orang-orang yang duduk. Lalu ALLAH SWT akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban da’wah ini”.
( Syahid Hasan Al Banna )
Kata-kata yang sarat makna dan motivasi tinggi dalam langkah perjuangan ini, medan dakwah yang penuh onak dan duri. Dimana batu terjal, halangan, rintangan cacian dan makian bahkan ancaman menjadi makanan kesehariannya. Medan dakwah itu bernama kampus, kampus adalah medan dakwah yang sulit dan unik dalam aktualisasi. Dimana sasaran dakwah diarahkan keorang-orang muda yang berintelektual bukan orang umum. Kampus meruapakan medan dakwah gersang yang penuh dengan tantangan. Berdakwah dikalangan intelektual muda pasti sangat berbeda dengan berdakwah dikalangan orang-orang awam. Maka dari itu diperlukan strategi dan analisa mendalam demi keberhasilan dakwahnya.

SyaikhutTarbiyah ,Almarhum Ustadz Rahmat Abdullah pernah menuliskan dalam butir- butir taujihnya gambaran tentang semangat perjuangan :
·Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
·Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
·Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
·Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
·Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu

Dakwah yang dibangun diatas kelemahan sudah pasti tidak akan bertahan lama dimana akan mudah pudar dan hancur disertai keterpurukan yang berkepanjangan. Dakwah kampus harus dibangun diatas kefahaman yang jelas dan militansi tanpa batas. Sehingga para pelaku dakwah bisa melakukan explorasi dan instrumen yang visioner dalam melangkah. Dakwah kampus harus dimiliki oleh orang-orang yang tangguh, kuat, teguh dan ikhlas, keistiqomahan adalah kunci kemenagan dan keputusasaan adalah kunci kekalahan.


"Barang siapa menolong agama ALLAH, maka ALLAH akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya" (Q.S. Muhammad :7).


Tidak ada komentar: